Sembilan Pulau, Tiga Lempeng
Polly arrives over Sรฃo Miguel, the largest of the nine Azores islands, and finds a coastline of black volcanic rock, green fields, and hedges heavy with hydrangeas, all of it built by three tectonic plates grinding together far below.
Read at your pace. The full app adds translation and saved vocabulary.
Keep it on your phone โPolly datang rendah di atas garis pantai berbatu vulkanik hitam, tempat ladang hijau membentang sampai ke bibir tebing dan kabut merayap pelan di atas perbukitan membulat jauh di pedalaman. Inilah Sรฃo Miguel, yang terbesar dari sembilan pulau pembentuk Azores, berdiri sendirian di tengah Atlantik Utara. Udara asin bercampur aroma tanah basah dan rumput yang baru dipotong, dan di suatu tempat di bawah sana seekor ayam jantan berkokok dari pertanian yang belum sempat ia lihat.
Seluruh pulau ini ada karena sebuah retakan jauh di bawah dasar samudra, tempat tiga lempeng besar pengangkut benua saling bergesekan dengan lambat. Amerika Utara menarik ke satu arah, Eropa ke arah lain, dan Afrika mendesak dari selatan, dan di titik pertemuan ketiga tepinya, panas serta tekanan menemukan jalan naik melalui celah di kerak bumi. Setiap pulau dalam rangkaian ini terbentuk dengan cara yang sama, satu letusan demi satu letusan, hanya dari api dan batuan yang mendingin.
Hampir setiap ladang di Sรฃo Miguel dibatasi pagar hidup bunga hortensia, biru dan ungu dan kadang merah muda lembut, ditanam begitu rapat sampai tampak seperti dilukiskan pada bentang alam. Para petani membawa tanaman itu dari Asia pada abad kesembilan belas semata-mata untuk menandai batas antarpadang rumput, tanpa pernah menduga bunga itu akan menjadi ciri khas pulau ini. Tanah vulkaniknya yang kaya mineral membuat kelopaknya lebih biru daripada bunga yang sama di hampir mana pun di dunia.
Lebih jauh ke pedalaman, perbukitan hijau meninggi dan melipat mengelilingi cekungan lebar yang sunyi, yang tidak bisa Polly intip dari pesisir. Uap mengepul samar dari suatu tempat di antaranya, benang putih tipis di depan langit kelabu, dan ia membelokkan arah terbangnya menuju dataran tinggi untuk melihat apa penyebabnya.
You just heard Polly
Want to hear what YOU sound like?
Read a line of the story out loud. Your recording stays on your device and is never uploaded.
Not bad, right? If you were in the PollyStop app, Polly would listen to exactly that and score you right now.
Coaching, saved words, spaced repetition, and a fresh story every day.
Get PollyStop freeYou just tried the loop
Now take the story with you.
PollyStop brings listening, saved vocabulary, speaking practice, and a fresh graded story together on your phone.
Read this story in another language.
Same story, different language. Compare the shape and rhythm without losing the plot.
Keep reading
More Indonesian stories.
Lengan yang Bisa Mengecap
Read free
Bayaran Terbesar dalam Sejarah Atletik
Read free
Menyeruput Keras Itu Justru Sopan
Read free
Mengajari Komputer Berbahasa Paus
Read free
Detak Jantung Pohon yang Sangat Lambat
Read free
Air Terjun yang Jatuh ke Atas
Read freeKeep learning in PollyStop
Listen, save words, practise