Biji-bijian Sembilan Puluh Hari
In a bar in Kirkwall, a flat dark bannock turns out to be the reason the islands were farmable at all.
Read at your pace. The full app adds translation and saved vocabulary.
Keep it on your phone โBar di Kirkwall itu punya lima meja dan sebuah perapian, dan pintunya langsung membuka ke jalan berbatu abu-abu dengan katedral di ujung atasnya. Polly mengambil meja yang paling dekat dengan hangatnya api, karena setelah seharian di air tidak ada meja lain yang masuk akal. "Boleh saya lihat menunya?" tanyanya, lalu menerima sehelai kartu dengan lebih sedikit pilihan daripada dugaannya dan lebih banyak bahan lokal.
"Bisakah Anda merekomendasikan hidangan yang enak?" Pemiliknya seekor bangau, burung yang memang dibentuk untuk berdiri di balik meja, dan ia merekomendasikan bannock tanpa ragu. Bere adalah jelai yang sudah mereka tanam di sini selama berabad-abad, biji-bijian berbaris enam yang kadang disebut jelai sembilan puluh hari karena matang cukup cepat untuk selesai di dalam satu musim panas di utara. Digiling menjadi tepung bere, jelai itu menghasilkan bannock pipih berwarna gelap yang rasanya seperti ladang asalnya.
"Apakah ada pilihan vegetarian?" tanya Polly, dan bangau itu menunjuk kembali ke baris yang sama di kartu tadi. Bannock, mentega, dan crowdie, keju segar lembut yang sejak dulu dibuat pertanian di sini. Biji-bijian yang sama punya kehidupan kedua di seberang kota, di penyulingan di bawah menara, yang sudah bekerja sejak tahun seribu tujuh ratus sembilan puluh delapan, tempat seluruh jalan berbau malt hangat pada pagi yang tepat.
"Boleh kami minta bonnya?" kata Polly ketika piringnya kosong, dan bangau itu membawanya dengan santai, yang di sini justru sebuah pujian. Di luar, angin sudah turun ke tingkat yang oleh kepulauan ini dianggap tenang. Polly berjalan menaiki jalan abu-abu itu, melewati batu pasir merah katedral, dengan rasa iklim yang keras di langit-langit mulutnya.
You just heard Polly
Want to hear what YOU sound like?
Read a line of the story out loud. Your recording stays on your device and is never uploaded.
Not bad, right? If you were in the PollyStop app, Polly would listen to exactly that and score you right now.
Coaching, saved words, spaced repetition, and a fresh story every day.
Get PollyStop freeYou just tried the loop
Now take the story with you.
PollyStop brings listening, saved vocabulary, speaking practice, and a fresh graded story together on your phone.
Read this story in another language.
Same story, different language. Compare the shape and rhythm without losing the plot.
Keep reading
More Indonesian stories.
Lengan yang Bisa Mengecap
Read free
Bayaran Terbesar dalam Sejarah Atletik
Read free
Menyeruput Keras Itu Justru Sopan
Read free
Mengajari Komputer Berbahasa Paus
Read free
Detak Jantung Pohon yang Sangat Lambat
Read free
Air Terjun yang Jatuh ke Atas
Read freeKeep learning in PollyStop
Listen, save words, practise