Kapal Pagi Merapat
Polly lands at Stromness off the morning boat and works out, one question at a time, how a place with no trees and no distance is arranged.
Read at your pace. The full app adds translation and saved vocabulary.
Keep it on your phone โKapal pagi itu melewati sebuah tanjung rendah lalu merapat di Stromness, tempat rumah-rumah berdiri memunggungi air dengan ujung atap pelananya menghadap angin. Polly melangkah ke atas batu pipih yang basah dan langsung memahami angin di sini. Itu bukan embusan sesaat. Itu sebuah keadaan. Seekor anjing collie duduk di ujung dermaga sambil mengawasi tali-tali kapal. Polly menghampirinya. "Bisakah Anda menunjukkan jalannya?"
Anjing itu bertanya ke mana ia hendak pergi, dan Polly mengaku bahwa ia belum tahu. Di sini jawaban seperti itu masuk akal. Jumlah pulaunya hampir tujuh puluh, sekitar dua puluh di antaranya berpenghuni, dan tidak satu pun jauh dari pantai. Tidak ada hutan, tidak ada barisan pohon penahan angin, tidak ada yang lebih tinggi daripada cerobong rumah pertanian. "Bisakah Anda memberi tahu saya di mana saya bisa naik bus?" tanyanya, dan anjing itu menganggukkan kepala ke arah sebuah halte di puncak tanjakan.
Lalu Polly membuat kesalahan khas burung yang menghabiskan musim panas di kota. "Berapa lama jalan kaki ke pusat kota?" Anjing collie itu memandang satu-satunya jalan berbatu yang membentang sepanjang kota, di beberapa titik begitu sempit sampai mobil harus melipat spionnya. Sebelas menit, katanya, kalau Anda berhenti untuk melihat-lihat etalase.
"Bisakah Anda memberi tahu saya apakah ada acara menarik hari ini?" Ia menanggapi pertanyaan itu dengan serius. Jadwal feri adalah berita lokal di sini, katanya, dan segala hal lain datang bersamanya. Beberapa hari lagi ada kapal menuju batu-batu karang tempat anjing laut berkumpul. Ada sebuah kapel yang dibangun oleh para tahanan. Ada sebuah desa yang terkubur di bawah bukit pasir selama empat ribu tahun sampai sebuah badai melenyapkan bukit pasir itu.
You just heard Polly
Want to hear what YOU sound like?
Read a line of the story out loud. Your recording stays on your device and is never uploaded.
Not bad, right? If you were in the PollyStop app, Polly would listen to exactly that and score you right now.
Coaching, saved words, spaced repetition, and a fresh story every day.
Get PollyStop freeYou just tried the loop
Now take the story with you.
PollyStop brings listening, saved vocabulary, speaking practice, and a fresh graded story together on your phone.
Read this story in another language.
Same story, different language. Compare the shape and rhythm without losing the plot.
Keep reading
More Indonesian stories.
Lengan yang Bisa Mengecap
Read free
Bayaran Terbesar dalam Sejarah Atletik
Read free
Menyeruput Keras Itu Justru Sopan
Read free
Mengajari Komputer Berbahasa Paus
Read free
Detak Jantung Pohon yang Sangat Lambat
Read free
Air Terjun yang Jatuh ke Atas
Read freeKeep learning in PollyStop
Listen, save words, practise