Desa di Bawah Badai
At the Bay of Skaill, a guide with a carrying voice explains a village that a storm returned to the light after four thousand years underground.
Read at your pace. The full app adds translation and saved vocabulary.
Keep it on your phone โPolly hanya mencatat satu nama tempat dan sama sekali tidak tahu letaknya. "Bisakah Anda memberi tahu saya cara ke sana?" tanyanya kepada domba itu saat sarapan. Ikuti jalan pantai ke barat, kata domba itu, sampai tanahnya berhenti berpura-pura punya bukit. Teluk Skaill adalah lengkung panjang berpasir pucat dengan teras hijau di belakangnya, dan di teras itulah desa tersebut berada, setengah terbenam di dalam tanah dengan atap yang terbuka ke langit.
Pagi itu seekor burung pemakan tiram sedang bekerja di situs tersebut, dan suara burung semacam itu masih terdengar walaupun cuaca berisik. Polly bertanya, "Saya ingin tahu sejarah monumen ini." Orang-orang tinggal di sini sekitar lima ribu tahun yang lalu, katanya. Mereka sudah bertani di pesisir ini sebelum Stonehenge dan sebelum Piramida Besar. Lalu pasir menutupi mereka dan bertahan kira-kira empat ribu tahun, sampai sebuah badai pada musim dingin tahun seribu delapan ratus lima puluh mengupas bukit pasir itu.
Angin membawa pergi separuh cerita tersebut, jadi Polly memintanya sekali lagi. "Bisakah Anda mengulanginya untuk saya?" Pengulangan yang kedua memuat detail yang penting. Setiap rumah menyimpan perabot yang sama dalam susunan yang sama: perapian di tengah, tempat tidur kotak di kedua sisi, dan di dinding seberang sebuah lemari batu yang menghadap pintu. Bahannya batu karena di sini tidak ada kayu.
"Bisakah Anda memberi tahu saya apakah museumnya buka besok?" tanya Polly, padahal ia sudah tahu bahwa ia akan kembali. Ia berdiri cukup lama di tepi salah satu rumah yang terbuka, memandang ke dalam sebuah ruangan yang ditata seperti siapa pun menata ruangan, barang-barang terbaik diletakkan di tempat yang pertama dilihat tamu.
You just heard Polly
Want to hear what YOU sound like?
Read a line of the story out loud. Your recording stays on your device and is never uploaded.
Not bad, right? If you were in the PollyStop app, Polly would listen to exactly that and score you right now.
Coaching, saved words, spaced repetition, and a fresh story every day.
Get PollyStop freeYou just tried the loop
Now take the story with you.
PollyStop brings listening, saved vocabulary, speaking practice, and a fresh graded story together on your phone.
Read this story in another language.
Same story, different language. Compare the shape and rhythm without losing the plot.
Keep reading
More Indonesian stories.
Lengan yang Bisa Mengecap
Read free
Bayaran Terbesar dalam Sejarah Atletik
Read free
Menyeruput Keras Itu Justru Sopan
Read free
Mengajari Komputer Berbahasa Paus
Read free
Detak Jantung Pohon yang Sangat Lambat
Read free
Air Terjun yang Jatuh ke Atas
Read freeKeep learning in PollyStop
Listen, save words, practise