PollyStop
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Indonesian Stretch yourself Polly adventure

Satu Kawah, Dua Warna

Polly finds an ancient volcanic crater holding two lakes side by side, one blue and one green, joined underneath by the same water and divided only by a narrow strip of land.

Start reading
Satu Kawah, Dua Warna

Read at your pace. The full app adds translation and saved vocabulary.

Keep it on your phone โ†’

Dari ketinggian di atas pedalaman, Polly menatap ke bawah, ke satu kawah raksasa berusia lebih dari dua puluh dua ribu tahun, cukup luas untuk menampung sebuah kota kecil, dua danau, dan beberapa pertanian di dalam tepinya. Sejalur tanah tipis membelah bagian tengahnya, dan di kedua sisinya air berwarna sama sekali berbeda: danau yang satu biru pekat, yang lain hijau menyala, seolah ada orang yang menuang dua samudra berbeda ke dalam satu mangkuk.

Kedua danau itu sebenarnya tidak terpisah. Sebuah saluran sempit di bawah jembatan tanah menghubungkan keduanya, jadi...

Kedua danau itu sebenarnya tidak terpisah. Sebuah saluran sempit di bawah jembatan tanah menghubungkan keduanya, jadi airnya adalah satu tubuh yang sama. Yang berbeda adalah segala sesuatu di sekitarnya. Danau biru lebih dalam dan sekadar memantulkan langit terbuka, sementara danau hijau berada lebih dekat ke lereng yang penuh tumbuhan dan ganggang kecil, dan keduanya mewarnai airnya menjadi hijau pekat.

Polly terbang rendah menyusuri jembatan tanah yang memisahkan kedua warna itu, cukup dekat untuk melihat perahu nelay...

Polly terbang rendah menyusuri jembatan tanah yang memisahkan kedua warna itu, cukup dekat untuk melihat perahu nelayan beristirahat di satu tepi dan sapi merumput di perbukitan rendah di atas tepi yang lain. Kabut tebal bergulung datang dari samudra dan mengendap di dalam tepi kawah, menyembunyikan lebih dulu danau hijau, lalu yang biru, sampai hanya jembatan di antara keduanya yang masih terlihat.

Ia bertengger di tembok batu tua sebuah titik pandang dan menunggu kabut terangkat lagi, sama sekali tanpa terburu-bu...

Ia bertengger di tembok batu tua sebuah titik pandang dan menunggu kabut terangkat lagi, sama sekali tanpa terburu-buru. Ketika kabut akhirnya menipis, kedua danau muncul kembali sekaligus, biru dan hijau, persis di tempat ia meninggalkannya.

You just tried the loop

Now take the story with you.

PollyStop brings listening, saved vocabulary, speaking practice, and a fresh graded story together on your phone.

Keep learning in PollyStop

Listen, save words, practise

Get the app