PollyStop
C1 · Stretch yourself 256 words · 3 min

Menara di Antara Dua Laut

Polly climbs the one hundred and forty-six wooden steps of Piran's bell tower, a small copy of the one in Venice, and sees the town lying between a sea of water and a sea of salt.

Illustration for Menara di Antara Dua Laut

Before you read

Before you read

Listen to Polly read it
Indonesian voice

Kembali di kota, Polly berdiri di kaki menara lonceng di samping gereja besar Santo Georgius di atas bukit. Menara itu tidak menempel pada gereja. Ia berdiri sendiri, sebatang tiang batu persegi dengan ruang lonceng berlengkung dan puncak yang runcing, dibangun lebih dari empat ratus tahun lalu sebagai tiruan yang lebih kecil dari menara lonceng Santo Markus yang termasyhur di Venesia. Menara aslinya runtuh lebih dari seratus tahun lalu dan dibangun kembali, sehingga tiruan di Piran kini lebih tua daripada menara yang ditirunya.

Di dalamnya, seratus empat puluh enam anak tangga kayu berkelok naik menembus cahaya yang berdebu. Polly melompatinya...

Di dalamnya, seratus empat puluh enam anak tangga kayu berkelok naik menembus cahaya yang berdebu. Polly melompatinya satu per satu, melewati tali-tali dan balok-balok, sampai lonceng-lonceng besar tergantung di atas kepalanya, masing-masing cukup besar untuk dipakai mandi. Di atas sini angin datang langsung dari laut dan, tak salah lagi, berbau garam.

Seluruh kota terhampar di bawahnya. Atap-atap jingga bertumpuk menuruni bukit sampai ke air di kedua sisi semenanjung...

Seluruh kota terhampar di bawahnya. Atap-atap jingga bertumpuk menuruni bukit sampai ke air di kedua sisi semenanjung, dan jauh di bawah, lonjong putih alun-alun bercahaya di bawah matahari seperti bulan kecil yang turun untuk beristirahat. Perahu-perahu menggoreskan garis putih di pelabuhan. Di satu sisi menara tidak ada apa-apa selain biru, Laut Adriatik yang terbuka membentang terus ke arah Italia.

Polly berbalik ke sisi lain. Jauh di selatan, melewati lengkung teluk, pantai menjadi datar dan kilau putih yang sama...

Polly berbalik ke sisi lain. Jauh di selatan, melewati lengkung teluk, pantai menjadi datar dan kilau putih yang samar terhampar di daratan, tempat ladang garam menangkap cahaya sore. Air di satu sisi, garam di sisi lain, dan kota kecil itu bertengger seimbang di atas batu karangnya di antara keduanya, dibangun dari yang satu dan dibiayai oleh yang lain. Camar itu telah berkata jujur kepadanya.

That's the story.

Your AI tutor

Now say it out loud. Talk about this story with Polly.

Polly is PollyStop's voice tutor. She talks with you about stories like this one, out loud.

Get PollyStop free.

  • A new graded story every day, with audio.
  • Save the words you meet and practise them later.
  • Speaking practice with feedback.
  • Polly, the voice tutor, is opening up to more learners.

Keep learning in PollyStop

Listen, save words, practise

Get the app