PollyStop
C1 · Stretch yourself 238 words · 3 min

Kota yang Berdiri di Tepi Jurang

Polly reaches the southern tip of Corsica and finds a town built right on the lip of a limestone cliff, and a line of steps cut into the rock below it.

Illustration for Kota yang Berdiri di Tepi Jurang

Before you read

Before you read

Listen to Polly read it
Indonesian voice

Angin datang lebih dulu daripada daratan. Polly menungganginya ke selatan menyusuri pesisir Korsika, sampai pulau itu berakhir begitu saja, dan di hadapannya terbentang laut lepas, dan di seberang laut itu ada pulau lain yang terbaring rendah dan biru di kaki langit. Itulah Sardinia. Selat di antara keduanya disebut Selat Bonifacio, dan angin mengalir deras melewatinya seperti air menerobos gerbang.

Ia berbalik ke arah tebing dan melihat kota itu. Kota itu duduk di atas batu kapur putih, tepat di bibir jurang, dan ...

Ia berbalik ke arah tebing dan melihat kota itu. Kota itu duduk di atas batu kapur putih, tepat di bibir jurang, dan rumah-rumahnya tinggi, sempit, dan berimpitan, berwarna krem dan oker pucat, dengan daun jendela tertutup menahan cahaya sore. Yang membuatnya tertahan di udara adalah kaki dinding-dinding itu. Tidak ada celah. Batu rumah-rumah itu menyatu langsung dengan batu tebing, dan tebing itu jatuh sekitar tujuh puluh meter ke laut. Kota ini tidak berdiri di dekat tepi. Kota ini berdiri di atasnya.

Polly hinggap di atas benteng dan menengok ke bawah. Di bawahnya batu itu pucat, kering, dan terkikis garam, dan buru...

Polly hinggap di atas benteng dan menengok ke bawah. Di bawahnya batu itu pucat, kering, dan terkikis garam, dan burung-burung camar berputar di ruang antara tembok dan air. Lalu ia melihat sesuatu yang terasa ganjil. Sebuah alur sempit telah dipahat pada dinding tebing, menurun dengan curam, dan di dalam alur itu ada anak tangga.

Ia mencoba menghitungnya sebelum cahaya hilang, lalu menyerah. Anak tangganya lebih banyak daripada yang bisa ia liha...

Ia mencoba menghitungnya sebelum cahaya hilang, lalu menyerah. Anak tangganya lebih banyak daripada yang bisa ia lihat, dan semuanya berakhir di suatu tempat di bawah sana, dalam bayang-bayang. Laut terus bergemuruh pelan di kaki batu karang. Polly memutuskan bahwa ia akan turun ke sana.

That's the story.

Your AI tutor

Now say it out loud. Talk about this story with Polly.

Polly is PollyStop's voice tutor. She talks with you about stories like this one, out loud.

Get PollyStop free.

  • A new graded story every day, with audio.
  • Save the words you meet and practise them later.
  • Speaking practice with feedback.
  • Polly, the voice tutor, is opening up to more learners.

Keep learning in PollyStop

Listen, save words, practise

Get the app